Diskominfo Hadir Mengedukasi Mahasiswa dan Pelajar untuk Pencegahan Praktik Judi Online
Tangerang - Pemerintah saat ini tengah berupaya untuk memberantas praktik judi online yang marak terjadi di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi pada Agustus tahun lalu menyatakan Indonesia darurat judi online. Pemerintah kemudian turun tangan mengagendakan pemberantasan membentuk satuan tugas atau Satgas Judi Online pada Juni 2024.
Budi Arie mengatakan, sepanjang 2018 hingga 19 Juli 2023, Kominfo telah melakukan pemutusan akses atau blokir 846.047 situs yang mengandung konten perjudian online. Bahkan, sepekan setelah menjabat (Budi Arie menjabat Menkominfo pada 17 Juli 2023), terdapat 11.333 konten judi online telah diblokir.
Per 2024, berdasarkan data Kemenkominfo, jumlah pemain judi online di Indonesia sudah mencapai 2,7 juta orang dan 80 persen di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah. Mirisnya pemain judi online juga meluas hingga kalangan profesional, aparat penegak hukum, hingga anggota parlemen. Bahkan, dilaporkan ada seribuan lebih wakil rakyat yang terjerat.
Perputaran uang judi online di Indonesia juga sangat fantastis. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jumlah uang yang terkumpul dari transaksi judi online sepanjang 2023 hingga Maret 2024 diperkirakan Rp 427 triliun. Bahkan dalam triwulan I tahun ini, nilainya tembus Rp 665 triliun. Setara dengan pembangunan 1,5 IKN atau pemenuhan 20% APBN untuk sektor pendidikan.
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang sebagai kepanjangan pemerintah pusat berupaya sesuai tugas fungsi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang agar menghindari peningkatan jumlah pemain dan memulihkan korban pemain judi online. Hadir dalam Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan (P) Kabupaten Tangerang, Diskominfo menyajikan gambaran dan dampak judi online serta upaya pencegahan dan penanggulangannya. Kegiatan tersebut digagas atas kerja sama dengan organisasi Penggerak Millenial Indonesia (PMI), bertempat di Ruang Rapat Bola Sundul, Gedung Usaha-usaha Daerah Puspemkab Tangerang, Jum'at (13/09). Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dan pelajar yang diharapkan siap menjadi agen pencegahan judi online di lingkungan keluarga masing-masing.
Dalam paparannya, perwakilan Diskominfo yang juga Trainer/Pandu Digital Madya Kemenkominfo RI, Ahmad Taufiq Jamaludin mengungkapkan data statistik yang mengkhawatirkan terkait perkembangan praktik judi online di Indonesia. Bahkan berdasarkan data PPATK Juni 2024, Provinsi Banten menempati urutan peringkat ke-4 dalam jumlah pemain judi online terbanyak sebesar 150.302 orang dan peringkat ke-5 terbesar dalam nilai transaksi yang mencapai Rp 1,02 Triliun.
Lanjutnya, dampak judi online sangat banyak, antara lain: kecanduan, pidana, depresi atau gangguan mental, kebangkrutan atau kemiskinan, masalah sosial dan kriminalitas lainnya seperti pencurian bahkan pembunuhan, serta dosa sesuai ajaran seluruh agama yang ada di Indonesia.
"Menutup akun promotor judi online dan take down website/aplikasi judi online bukan solusi jangka panjang, karena mati 1 tumbuh 1.000. Namun harus terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat. Dan kita harus melihat masalah ini secara holistik lalu memindahkan perspektifnya dengan kata kunci: 'masyarakat yang teredukasi'. Sebanyak apapun judi online yang ada, tidak ada artinya jika masyarakat sudah teredukasi," ungkap pria berkaca mata yang akrab disapa Kang Taufiq.
Di tempat terpisah, Plt. Kepala Diskominfo, Rudi Lesmana mengungkapkan keresahannya atas maraknya judi online. Beliau berharap seluruh lapisan masyarakat bersama pemerintah dan penegak hukum kompak dalam pencegahan, penindakan bandar dan promotor serta pemulihan korban permainan judi online.
"Inilah pentingnya peningkatan literasi digital di masyarakat. Sehingga praktik-praktik penyalahgunaan teknologi, termasuk judi online, dapat kita cegah. Untuk penindakan tentunya menjadi kewenangan aparat penegak hukum, dan kita sebagai masyarakat hendaknya bisa menularkan edukasi seperti ini kepada lingkungan terdekatnya, serta membawa korban untuk mau direhabilitasi kesehatan mentalnya akibat judi online," ungkap Rudi.
Sebagai informasi selain dari Diskominfo, turut serta sebagai narasumber dari Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Sintia Aulia Rahmah yang memaparkan pentingnya generasi mudah untuk menjadi agen perubahan serta masalah judi online dari perspektif pendidikan dan kepemudaan.
Berita Lainnya
-
14 Aug 2026
KOMITMEN PELAYANAN PUBLIK BERINTEGRITAS DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TANGERANG
TANGERANG – Guna menjamin mutu dan keterbukaan informasi publik, Diskominfo Kabupaten Tangerang menegaskan komitmen pelayanannya ...
-
14 Aug 2026
GRAFIK INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TANGERANG
TANGERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tangerang merilis capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) ...
-
19 Jun 2026
BERSINERGI UNTUK MASA DEPAN DIGITAL YANG LEBIH BAIK
DISKOMINFO - Rapat Konsolidasi Kolaboratif Tim Koordinasi Pemerintahan Digital Tahun 2026 menjadi momentum strategis dalam ...
-
07 May 2026
PEMANTAUAN PENGEMBANGAN SISTEM DIGITAL PADA BIDANG PENGELOLAAN APLIKASI INFORMATIKA
DISKOMINFO - Pada tanggal 7 Mei 2026, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, ...
-
10 Apr 2026
RAPAT KOORDINASI SATU DATA KABUPATEN TANGERANG
Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola data statistik sektoral, Bidang Statistik Sektoral Dinas Komunikasi dan ...